Malam harinya Rena kembali mengisi lembar dalam laptop. 01 Oktober 2003... Hati... tak pernah tahu akan menetap di sini. Mengapa aku jadi begitu sombong? Jelas-jelas sudah tak ada rasa benci padanya lagi. Tapi aku masih bertahan dalam jeruji benci yang aku pun tak pernah mengerti apa alasanku. Jelas-jelas dia sudah menghapus benciku dengan cintanya. Jelas-jelas aku sudah menemukan hal yang lebih bermakna di balik rasa benciku. Mengapa aku jadi begitu serakah? Semua yang aku impikan dari seorang laki-laki sudah ia miliki. Dia ... sangat bertanggung jawab seperti yang aku inginkan. Dia mampu menjadi imam bagiku. Dia penyabar untukku meski dia sangat pemarah. Apalagi yang coba aku temukan darinya? Mengapa belum juga memutuskan untuk menghancurkan jeruji benci yang masih memagari hati ini?

