Part 17

1758 Kata
* * * * * * * * * Part 17 * * * * * * * * *   "--Yep!" Lala memotong ucapan Vio dengan menganggukkan kepalanya, mengiyakan apa pun  y a n g kini se d a n g ditangkap Vio. Gak mungkin kan sudah di j e l a s  kan panjang lebar gini Vio masih gak paham, pasti kesimpulan  y a n g mau diucapkan Vio itu udah pasti benar. Ya! Lala yakin! Ia  t i d a k  mau memperpanjangnya lagi jika ternyata Vio malah salah tangkap. Lala sudah capek men j e l a s  kannya. Anggukan di kepala Vio membuat Lala bernapas lega,  y a n g artinya Vio sudah benar benar paham dengan situasi ini sehingga Lala  t i d a k  harus men j e l a s  kannya lagi. Syukur lah, perkara dengan Vio selesai juga. Akhirnya Vio benar benar memahami ucapannya itu. Atau mungkin Vio  h a n y a   berusaha mengerti saja  k a r e n a  mulai takut dengan ekspresi Lala  y a n g akan marah jika Vio masih  t i d a k  paham? Entah lah, apa pun itu Lala sungguh bersyukur  d a n  enggan memperpanjang lagi  k a r e n a  menganggap masalah sudah selesai  d a n  tak harus di bahas lebih lanjut. Lala akhirnya terbebas dari pertanyaan Vio  y a n g aneh itu. Ia  t i d a k  akan menanggapi lagi jika Vio akan bertanya lebih lanjut. “Oh jadi gitu yaa, La. Iya iya Vio paham. Ya ampun, kasian yah Vale. Padahal kita juga  y a n g salah pilih buat dukung kepala sekolah, malah Vale  y a n g kena akibatnya. Vio jadi merasa bersalah deh sama Vale, La.” Kata Vio lagi dengan wajah  y a n g kini tampak bersedih  k a r e n a  baru memahami kronologis kejadian hari ini,  y a n g mana terhubung dengan kejadian kemarin itu. Vio merasa dia pun turut andil dalam mengambil keputusan memilih kepala sekolah sebagai pemenang perselisihan itu,  y a n g ternyata malah kalah, sampai akhirnya Lala malah di hukum oleh Bhisma  y a n g menang dengan taruhan tersebut. Vale malah menanggung kekalahan itu seorang diri pula. Vio bener bener gak tega sama Vale. “Iya, Vio. Vale emang kasian banget  k a r e n a  nanggung hukuman sendirian. Makanya demi membalaskan dendam sama Bhisma, Vale ngalakuin hal tadi,  d a n  gantian deh sekarang Bhisma  y a n g di hukum sama Ricky juga  d a n  di bawa tuh ke ruang BK. Seenggaknya Vale gak ngenes ngenes banget, jadi gitu alesan Vale pura pura pingsan tadi. Udah ngerti kan sampe sini?" tanya Lala lagi,  d a n  mulai mengaitkan alasan Vale pura pura pingsan tadi,  y a n g menjadi pertanyaan utama Vio sejak tadi  k a r e n a   t i d a k  paham kenapa Vale harus sampai membohongi anak satu sekolah itu. “Jadi, lo udah di kasih tau gini jangan sampe ember ya, Vio! Gak boleh bilang ke siapa pun, inget?” Vale  y a n g semula memejamkan matanya, kini membuka matanya sejenak untuk melotot pada Vio, mengancam cewek itu agar  t i d a k  membocorkan rahasia mereka kepada siapa pun itu. Mengingat mulut Vio ka d a n g suka bicara asal tanpa di pikirkan terlebih dahulu. Makanya Vio nih harus di bungkam pokonya, biar gak ngomomg asal ke orang lain. Bukannya Vale niat jahat buat ngancem  d a n  ngomelin Vio kayak gini, takutnya kalo gak di ingetin sampe kayak gini, Vio malah lupa  d a n  bilang bilang ke orang lain kalo tadi Vale C u m a pura pura pingsan. Kan image nya malah jadi buruk ya. Vio mengangguk cepat, tampak ketakutan dengan ucapan Vale. “Iya, Vio janji. Gak akan bilang ke siapa pun. Ke siapa pun. Sumpah deh. Vio janji. Nih jari Vio.” Vio mengangkat ke dua jarinya membentuk huruf V  y a n g artinya ia sudah sangat berjanji pada Vale untuk  t i d a k  membocorkan hal tersebut. Lalu cewek itu pun berlagak untuk mengunci mulutnya sendiri dengan tangannya. “Nih, Vio udah kunci rapat mulut Vio, kuncinya di pegang sama Vale deh, biar aman.” Lanjutnya  y a n g dengan polosnya sok memberikan kunci pada Vale, seolah kunci tersebut adalah alat untuk menutup mulutnya agar  t i d a k  ember  d a n  berbicara pada siapa pun terkait kejadian hari ini. Vale  d a n  Lala seketika cekikikan melihat ulah Vio  y a n g menggemaskan ini. Meski lemot, Vio itu ya ka d a n g menjadi hiburan juga di antara mereka. Seperti saat ini, sikapnya  y a n g kayak anak kecil itu ka d a n g lucu  d a n  menghibur. Vale  d a n  Lala sangat mengakui jika mereka sering terhibur dengan ulah Vio, apa lagi Vio ini lucu banget buat di jadiin bahan ledekan Lala  d a n  Vale, sampai mereka sering menggoda Vio kalo lagi lemot.  k a r e n a  yaa lucu aja, terus Vio juga gak marah, ya ka d a n g marah sih. Kayak ngambek ngambek gemes gitu,  y a n g beberapa menit kemudian sudah baik lagi  k a r e n a  di rayu oleh Lala  d a n  Vale  y a n g tak mau melihat Vio ngambek lebih lama lagi. “Oke, gue pegang yaa kunci lo. Kalo sampe lo ember, nanti mulut lo gue kunci beneran biar gak bisa ngomong lagi.” Ancam Vale lagi  y a n g seolah lupa dengan wacananya  y a n g ingin tidur tadi, padahal ia sudah berbaring  d a n  bersiap untuk tidur, melihat tingkah Vio cewek itu malah menggoda Vio lagi dengan membahas perihal kunci kuncian mulut itu, memperpanjang ucapan Vio tadi  y a n g katanya sudah memberikan kuncinya pada Vale, lalu Vale berlagak seperti menerima kunci  y a n g di berikan oleh Vio  d a n  memasukannya ke saku seragamnya itu. Seolah bahwa Vale se d a n g menjaga kunci itu dengan baik agar  t i d a k  hilang,  k a r e n a  merupakan sebuah saksi bahwa Vio telah menutup mulutnya untuk  t i d a k  bercerita kepada siapa pun juga. Vale akan memastikan hal itu  d a n  mengikuti skenario saja, meski jadinya ia sama sama seperti orang aneh sih mengikuti skenario Vio ini, tapi yaudah lah yaa, lucu juga kok. Gak papa sekali kali ngikutin permainan Vio, anggap aja ini sebuah hiburan gratis, atau mengasah bakat akting seperti orang pantomim.  k a r e n a  kunci gaib  y a n g tadi di berikan Vio itu loh, kan Vale pura pura masukin ke saku seragamnya. “Ih, Lala! Vale nyeremin, Vio takut ah sama Vale.” Vio tampak mendekat pada Lala, berusaha menjauh dari Vale  k a r e n a  rasa takutnya itu. Maka Vio lebih memilih untuk mendekati Lala dengan harapan mendapatkan pembelaan dari Lala. Cewek itu terdengar mengadu pada Lala  k a r e n a  sikap Vale barusan  y a n g menurutnya menyeramkan, ancaman Vale  y a n g terdengar menakutkan bagi Vio. Padahal kan Vio sudah berjanji dengan sungguh sungguh pada Vale,  d a n  Vio gak akan mengingkarinya kok. Vio itu kalo udah janji pasti bakal di tepatin, C u m a ya ka d a n g lupa aja. Tapi kalo udah lupa kan bukan salah Vio, itu sifat naluriah semua manusia dong. “Yaudah, Vio. Gak usah deket deket Vale. Sini deh minggir. Nanti di gigit loh sama Vale.” Lala bukannya membela malah semakin menakut nakuti, tapi cewek itu menyuruh Vio untuk minggir  d a n  menjauh dari Vale agar  t i d a k  terjadi keributan lagi. Lala menyuruh Vio untuk duduk di ranjang sebelahnya, sementara Vale menemapati ranjang di sebelah Lala. Sehingga kini Lala berada di tengah tengah antara Vale  d a n  Vio agar  t i d a k  terjadi keributan lagi,  k a r e n a  aksi Vale  y a n g menggoda Vio.  y a n g sebenarnya lucu, tapi ribet juga kalo mendengar Vio merengek terus. Bisa repot juga kan. Lala nanti jadi kayak orang tua  y a n g berusaha diemin anaknya lagi dong. “Vale jahat, Vio gak mau deket deket.” Kata Vio akhirnya, seraya berjalan pada ranjang  y a n g di tunjukan oleh Vale. Cewek itu berjalan dengan buru buru  d a n  menghindari Vale  y a n g memasang tampang  t i d a k  bersalah  d a n  biasa saja. Padahal baru beberapa menit mereka akur  d a n  membahas masalah perkuncian tadi, ini malah sudah bertengkar lagi  k a r e n a  kejailan Lala  d a n  kelemotan Vio. Sungguh sesuatu  y a n g begitu kontras  d a n  rasanya tak pernah luput terjadi di antara persahabatan mereka. Seolah masalah seperti ini  t i d a k  akan pernah ada habisnya selagi Vale  d a n  Lala masih jail  d a n  Vio masih lemot  l u a r   b i a s a  . “Gue juga gak mau deket deket sama lo! Gue mau tidur! Jangan ganggu ya!” kata Vale lagi menyahuti ucapan Vio, lalu cewek itu kembali menutup matanya untuk tertidur sesuai dengan ucapannya tadi. Tak ingin di ganggu, Vale pun menutup tirai  y a n g ada di UKS,  y a n g menjadi sekat antar ranjang sehingga ia tak perlu lagi menanggapi Vio, ulah jailnya disudahi  k a r e n a  enggan menanggapi Vio lagi. Biar lah Vio di tempatnya  d a n  Vale akan beristirahat tanpa mendengar suara Vio  y a n g aneh aneh lagi, jika di tutup begini kan Vio  t i d a k  akan mengajaknya berbicara lagi,  d a n  Vale  t i d a k  akan terpancing untuk menyahuti lagi. * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * T o  B e  C o n t i n u e d * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN