Part 52

1745 Kata
* * * * * * * * * Part 52 * * * * * * * * *   Vale tertipu dengan suasana halte  y a n g  t i d a k  terlalu ramai, rupanya  y a n g tak ramai memang pemberhentian di depan sekolahnya saja. Bus ini  y a n g datang dari halte halte lain, menjemput banyaknya orang dari halte lainnya, ternyata membuat isi bus ini menjadi penuh sesak. Banyaknya manusia bercampur mendjadi satu di dalam sebuah transportasi masal  y a n g luasnya  t i d a k  seberapa. Bangku bangku  y a n g tersedia sudah terisi penuh, padahal bus ini ada dua, alias bus gandeng, tapi tetap saja dua duanya penuh saking banyaknya manusia. Vale gak tau apa  y a n g orang orang lakukan di jam segini, padahal kan ini bukan jam pulang kerja. Transportasi ini kan biasanya di gunakan oleh mereka  y a n g pulang kerja, tapi saat ini bukan se d a n g jam pulang kerja, harusnya lebih sepi kan. Entahlah, Vale  t i d a k  begitu paham dengan pola penumpang  y a n g memadati moda transportasi ini. Ia  h a n y a   kesal saja  k a r e n a  ramai sehingga  t i d a k  kebagian tempat duduk,  d a n  malah harus berdiri dengan berhimpitan dengan penumpang lainnya. Suasana bus  y a n g penuh sesak, membuat segala macam aroma  y a n g ada di bus bercampur menjadi satu. Vale harusnya membawa masker agar ia  t i d a k  perlu menghirum berbagai macam aroma ini. Beruntung cowok di sebelah nya ini wangi, rasanya Vale ingin mengendus ngendus aroma parfum Gani saja  y a n g memanjakan indera penciumannya ini. "Rame banget. Kita berdiri aja ya." Vale sedikit berjinjit saat membisikkan kata itu pada Gani, ya, memang Gani jauh lebih tinggi darinya. Bukan gitu sih sebenarnya, ya  k a r e n a  Gani kan cowok, tinggi rata rata cowok emang pasti lebih tinggi dari Vale. Meski untuk ukuran cewek Vale gak mungil mungil banget, contohnya kalo sama Bhisma ukuran tingginya gak beda jauh kok. Tapi Gani emang lebih tinggi dari Bhisma, duh sudah ganteng, tinggi, senyumnya manis. Apa lagi  y a n g kurang dari Gani yaa, pliss ayok Gani jadi pacar Vale deh. Enak banget rasanya gandeng Gani, tubuhnya  y a n g proporsional, pasti enak banget buat tempat bersandar. Belum lagi suaranya  y a n g adem banget kayak ubin mesjid. Tatapannya apa lagi, duh kayaknya Vale udah kasmaran akut sama Gani.  y a n g  j e l a s   Vale gak boleh menunjukan hal tersebut  k a r e n a  pasti akan terlihat aneh banget, meski sebenarnya dari tadi juga sudah terlihat  j e l a s   sih. Bagian mana lagi  y a n g kurang  j e l a s  , Vale  y a n g tergugup, Vale  y a n g melakukan hal hal aneh  d a n  konyol,  d a n  masih banyak lagi. Yaudah lah, image Vale udah jelek kalo kayak gini. Emang udah gak bakat pencitraan, biarkan saja Gani menyukai kerandoman dirinya. Buktinya Gani berkali kali tertawa saat berhadapan dengan Vale atau pun melihat tingkah Vale  y a n g padahal memalukan, berarti Gani memang senang senang saja kan menanggapinya. Gani tersenyum seraya mengangguk, menanggapi ucapan Vale  y a n g tadi berbisik ke dekat telinganya, hingga membuat aroma hangat terasa di dekat telinganya. Ada desir hangat  y a n g tiba tiba menjalar di tubuhnya, terasa menyenangkan  d a n  menggelikan, hingga membuat Gani terkekeh pelan dengan perasaannya  y a n g tiba tiba datang itu.  y a n g berakhir menjadi senyuman kecil  y a n g berusaha ia samarkan untuk menyahuti ucapan Vale tadi. "Iya." Katanya  y a n g lagi lagi menanggapi ucapan Vale. Cowok itu  h a n y a   mengikuti apa pun arahan Vale,  k a r e n a  memang ia kan  t i d a k  berpengalaman naik bus kota ini. Jadi ngikut aja deh apa  y a n g Vale katakan, Vale juga  t i d a k  akan menjerumuskannya pada hal hal  y a n g aneh aneh. Cewek ini terlihat baik  d a n  lucu,  k a r e n a  itu lah Gani senang berinteraksi dengannya di bandingkan dengan siswa lain  y a n g ada di sekolahnya. Vale  t i d a k  sungkan untuk membantunya, ucapan Vale juga ka d a n g terdengar menggemaskan  d a n  ceplas ceplos. Namun, belakangan terlihat  j e l a s   bahwa cewek ini berkali kali salah tingkah saat berhadapan dengannya. Gani menangkap hal tersebut dengan  j e l a s    k a r e n a  sikap Vale  y a n g begitu kentara, tapi Gani juga tetap menikmati respon  y a n g menggemaskan itu. Vale  y a n g wajahnya tampak malu malu, atau pipinya bersemu kemerahan, atau tangannya  y a n g tak henti menggaruk apa pun agar  t i d a k  canggung,  d a n  berbagai hal lain  y a n g membuat Vale semakin tampak menggemaskan setiap kali berhadapan dengannya.   Mereka berjalan agak kedalam bus,  k a r e n a  di barisan depan, ada satu Bapak-bapak  y a n g berdiri dengan satu lengan digantungkan,  d a n   k a r e n a  itu lah Vale  d a n  Gani menjauhinya. Keteknya coy, bau banget, sumpah. Seperti  y a n g tadi Vale bilang kan, penghuni Bus  y a n g berupa rupa warnanya  d a n  aromanya, membuat Vale menyesal  t i d a k  menggunakan masker. Bahkan aroma Gani  y a n g semerbak mewangi saja tak mampu mengalahkan baunya ketek bapak tadi  y a n g begitu menyengat hingga Vale merasa tak kuat lagi untuk tetap berada di sana,  k a r e n a  itu lah ia memilih untuk mengajak Gani segera beranjak dari sana agar hidung mereka bisa tetap sehat  d a n   t i d a k  memilih resign jadi anggota tubuh lantaran harus mendapatkan cobaan  y a n g begitu berat, berupa mencium sesuatu  y a n g kadarnya sudah di atas normal. Vale sih sangat prihatin dengan pekerjaan hidungnya,  d a n  memilih untuk mengamankan diri. "Itu ketek udah sebulan gak dibersihin kali ya." Komentar Vale seraya berjalan ke arah lain bus, meski harus berhimpitan dengan penumpang lain  d a n  berkali kali merapalkan kata “ permisi “ setiap kali cewek itu melintas. Biar Vale agak bar bar, tapi ia tentu masih tau sopan santun  y a n g basic. Vale kan C u m a nyolot sama orang orang  y a n g pada dasarnya pantes buat di nyolotin, bukan nyolot ke semua orang kok. Bukti nya pada Gani enggak, malah sama Gani, Vale ya manis banget kan. Vale memang pilih kasih sih sama orang ganteng  y a n g wangi gini. Yaa namanya juga hukum alam kan ya. Vale termasuk pelaku dari ke t i d a k  adilan itu sih. Gani tertawa mendengar Vale  y a n g untuk kedua kalinya berbisik pa d a n ya. Ucapan Vale  y a n g terdengar lucu  d a n  menggemaskan,  y a n g membuatnya lagi lagi terhibur dengan sikap cewek itu. Benar kan Gani bilang, Vale itu lucu  d a n  menggemaskan. Ia menyukai sikap Vale  y a n g mudah akrab  d a n  berbicara suka seenak jidat. Sepertinya Vale sudah  t i d a k  merasa canggung akibat salah tingkah lagi, sebab cewek itu kini sudah bersikap sebagaimana Gani adalah teman mainnya  y a n g bisa di ajak bersgosip bersama. Seperti membahas perihal bapak bapak  y a n g bau ketek tadi, ucapan julit  y a n g jahat tapi memang fakta  d a n  benar a d a n ya. Gani juga sedikit terganggu dengan aromanya  d a n  menyetujui ucapan Vale  y a n g blak blakan itu.  h a n y a   saja Gani kan  t i d a k  bisa seblak blakan Vale membahasnya.  d a n  entah sadar atau enggak, Vale tertegun mendengar Gani  y a n g tertawa dengan lepas seperti itu pa d a n ya. Sumpah, itu suara tawa  y a n g paling merdu  y a n g pernah gue denger. Batin Vale geli. Wajahnya  y a n g ganteng itu makin terlihat menawan saat tertawa selepas itu, membuat kombinasi wajahnya  y a n g sudah sempurna semakin menjadi spek dewa. Oke, ucapan Vale sudah mulai ngawur  d a n  ke mana mana, tapi biarkan Vale mengagumi sosok ciptaan Tuhan  y a n g begitu indah ini, sudah indah, ada di dekatnya pula. Nikmat mana lagi  y a n g Vale dustakan, betapa perasaannya kini sudah  t i d a k  karua lagi. Lagi lagi ambyar saat menyaksikan senyuman menawan  y a n g menggetarkan perasaannya. Vale mulai lagi berbicara berlebihan, ya abis gimana, Gani gantengnya kelewatan sih, jadi Vale juga gak bisa bersikap biasa baisa aja  d a n  harus berlebihan kayak gini. "Heh, jalan tuh liat-liat dong. Lo nginjek kaki gue nih!" Sebuah suara tiba tiba terdengan menyentak  d a n  penuh amarah, saat Vale  t i d a k  sengaja menginjak sebuah sepatu  y a n g ada di sampingnya saat tengah melintasi kumpulan manusia  y a n g ada di bus ini. Vale memang  t i d a k  sengaja  d a n   t i d a k  begitu melihatnya,  k a r e n a  namanya juga berdesakan seperti ini, ya wajar aja kan kalo saling senggol. Ini kan kendaraan umum, kalo emang gak mau saling senggol ya bawa kendaraan pribadi dong jangan naik kendaraan umum. Vale geram sekali saat berani berani orang tersebut mengomel pa d a n ya, membuat emosi Vale menjadi naik seketika  k a r e n a  ulang orang itu. * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * T o  B e  C o n t i n u e d * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN