Kira sungguh tak tahu harus melakukan apa. Dia merasa bersalah sebab telah menampar wajah Glen dengan buku meski tahu sebenarnya tindakan itu tak terlalu menyakiti pacarnya itu. Sungguh malu rasanya menatap Glen apalagi di jarak yang sedekat itu. Kira ingin jujur tapi tak bisa hanya berusaha bertindak semuanya bisa dikendalikan dengan baik. Dalam kekalutannya berpikir, Nadia berpapasan dengan Kira di koridor. Rupanya tak sadar, Kira memasuki koridor kelas 3 yang berada di lantai dua. "Maaf kak nggak sengaja, saya..." "Nggak papa, aku mengerti. Mengenai kue keringmu meski bentuknya aneh-aneh tapi rasanya enak jadi aku akan menghadap Pak Bima untuk mendaffarkanmu di kegiatan ekstrakurikuler kami." Mendengar itu Kira bernapas lega. Akhirnya setelah ini dia tak akan lagi berurusan dengan
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


