Keesokan paginya, Kira diantar oleh Tasya pulang ke rumah. Gadis itu tak bisa tertidur dengan nyenyak mengingat ciuman pertama antara dia dan Glen. Sejak pagi tadi pun, Kira tak berani memandangi pacarnya itu. Melirik bibirnya saja sudah membuat Kira merinding. "Makasih ya Tante sudah repot pagi-pagi begini antar aku ke rumah." "Nggak papa sayang, Tante pun sudah janji sama Ayah kamu buat nganterin kamu pulang. Dia bilang akan sangat marah kalau Glen yang ngantar kamu. Lebih baik kamu pulang, bersiap ke sekolah yah Tante titip salam buat Ayah sama Ibu." "Sekali lagi makasih ya Tante. Hati-hati di jalan." Kira keluar dari mobil dan bergerak masuk ke dalam gang menuju kompleks perumahannya. Jam masih menunjukkan pukul 05.30 tapi suasana dalam kompleks sudah mulai ramai. Beberapa pintu ru

