AKU menatap sekeliling--mencari bang Kiel yang katanya ingin memperkenalkan ku pada temannya. ‘Sebelah kanan ujung’ kirim bang Kiel melalui pesan singkat. Ku temukan mereka yang sedang duduk berhadapan, bang Kiel melambai ke arah ku. Aku mempercepat langkah ku menuju meja mereka. “Abang mentang-mentang sudah nikah, sukanya main pojok-pojokkan ya sekarang” ucap ku frontal. Abang melototi ku. Laki-laki diseberang ku tertawa. Yah, disini aku tidak perlu menjaga image. Toh, ini hanya perkenalan biasa. “Perkenalkan, ini adik ku namanya Salwa” ujar bang Kiel pada laki-laki diseberang ku “Dan ini namanya Rizqan Azril. Adik kelas waktu kuliah. Sekarang satu perusahaan sama abang” jelas bang Kiel. Aku mengangguk pada laki-laki yang sedang dikenalkan pada ku. “Adik ku ini sudah kerja juga, d

