“ORANGTUA kamu asik ya Sal” ujar Zico sesaat sebelum pulang. “Yah … begitulah. Akhir-akhir ini mereka mulai rewel lagi soal pernikahan” gerutu ku. Zico tersenyum, “Namanya juga orangtua. Ya, sudah aku langsung balik aja” ujarnya kemudian berjalan meninggalkan ku yang masih berdiri didepan pintu. “Eeee …” Zico berbalik badan menatap kearah ku. Ragu-ragu berbicara, “Kapan-kapan nongkrong bareng mau nggak?” ajaknya penuh harap. Muka ku bersemu merah dengan ajakannya yang tiba-tiba. Aku menarik nafas untuk menetralkan detak jantung yang berlebihan. “Oke” sahut ku tenang. Aku terus meyakinkan diri bahwa ini hanya pertemuan biasa, layaknya kawan lama yang tidak berjumpa. ‘Jangan berpikiran terlalu jauh’ Aku kembali kekamar untuk mengambil mukena karena sudah masuk waktu Isya. Ku dapati

