“Rakha... Kenapa diam?” Luna sudah pasrah mendengar keputusan Rakha. “Apakah aku harus menolaknya? Atau justru menerimanya?” Rakha masih memancing Luna untuk jujur dan mempertahankan Rakha. “Tanya hati mu... Rakha, kamu menyayangi dia? Atau tidak?” Luna tampak tegar walau jauh dalam lubuk hatinya sangat pedih. “Luna... Andai saja kamu peka!” Rakha kesal pada Kuna. “Maksud kamu?” Luna bingung dengan pernyataan Rakha. “Aku mengikuti apa mau kamu!” Rakha menyerahkan jawabannya pada Luna. “Rakha itu masalah hati, ikuti kata hatimu, dan jangan biarkan ada hati yang terluka.” “Semua terserah kamu Luna! Kalau kamu ingin aku menerima Putri akan aku terima, kalau kamu ingin aku menolak Putri pun akan aku lakukan!” Deg!!! Jantung Luna berdegup sangat kencang. Wajahnya pucat ,dan sangat galau

