Lelaki berkaus merah dengan sorot mata yang sangat indah tersenyum pada Luna. Baru kali ini Luna bertemu dengan sosok lelaki yang masuk dalam kriteria laki-laki idaman Luna secara fisik. Bertubuh tinggi tegap proporsional, berkulit putih, sorot mata yang indah, dan senyum yang menawan. Luna masih terdiam menatapnya. “Hai... Apa kabar?” Suara laki-laki itu mengejutkan Luna yang memang terdiam karena terpesona dengan senyumannya. “Eh iya... Maaf, Anda mencari siapa?” Luna salah tingkah, ia bingung akan menyapa dengan sebutan apa, karena Luna merasa sepantaran dengan dia. Tapi dia bukan teman Luna maupun teman Leon. “Masa kamu lupa sama aku?” Lelaki itu seolah sudah kenal lama dengan Luna. “Hah? Apa? Kamu siapa sih?” Luna menatapnya kembali dan mengingat-ingat semua temannya. “Siapa sih?

