Keluarga Luna mengadakan makan siang di sebuah restaurant, tak lupa pula mereka mengajak Barra makan bersama dalam satu meja. “Pak... Kelihatannya memang Luna sama Barra itu serasi ya!” Bu Wira berbisik pada suaminya. “Iya Ma, terlihat cocok!” Pak Wira menanggapi komentar istrinya, mereka saling berbisik. Leon duduk bersebelahan dengan Barra. Tampaknya Leon membisikkan sesuatu pada Barra. “Kalau kamu serius, jangan hanya pacaran, datang ke rumah dan lamar adik saya!” Leon menantang Barra. “Siap Bang!” Mereka saling berbisik. “Jangan bisanya jawaban doang! Buktikan!” Leon ingin kejelasan hubungan antara Barra dengan Luna. Makan siang berjalan dengan suka cita. Mereka berbincang santai dan saling melempar candaan. Waktu semakin sore, kedua orang tua Luna pun berpamitan pulang ke Purwo

