Hari berlalu dengan begitu cepat. Luna mulai bersemangat menyelesaikan Skripsinya. Alasannya ia ingin membanggakan kedua orang tuanya dan juga orang-orang yang menyayangi Luna. Nama Rakha sudah mulai prudar dari hati Luna. Kini ia sudah mulai berdamai dengan keadaan dan belajar mencintai Barra. Ia mencoba memahami tentang semua yang telah ia jalani. Banyak hikmah dibalik suatu peristiwa. Mencintai dan dicintai adalah hal yang wajar, namun kembali lagi bahwa jodoh ada di tangan Allah. Aktivitas Luna setiap pagi setelah ibadah sholat subuh adalah menerima telepon dari pacarnya. Seperti pagi ini ia sangat merindukan Barra. “Sayang... Semangat untuk hari ini, jangan lupa tersenyum dan berdoa!” Barra memberi perhatian manis untuk kekasihnya. “Semangat... Sayang!” Luna sudah mulai terbiasa me

