Sudah Berlalu...

2447 Kata

Setiap pagi, semenjak Barra tahu kalau Luna sedang patah hati, ia selalu memberikan perhatian pada Luna. Sehingga Luna selalu menunggu pesan yang Barra kirimkan setiap pagi. Luna duduk di atas tempat tidurnya sambil memegang Handphone-nya, namun sudah jam tujuh pagi belum juga ada pesan dari Barra. “Kok aku jadi menunggu pesan Mas Barra ya? Hmm... Sudah lah mungkin dia lupa atau tidak sempat.” Luna tersenyum dan meletakkan Handphone-nya di atas tempat tidur. Baru saja Luna melangkahkan kakinya, Handphone Luna berdering tanda panggilan dari Barra. “Halo... Assalammualaikum...” Luna mengangkat teleponnya. “Wa'alaikumsalam... Ehem... Kayaknya ada yang menunggu pesan dari Mas ya?” Barra langsung menggoda Luna. “Idiiiih... Mas Barra GR banget, hahaha... Hmmm tapi iya juga sih.” Luna merasa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN