Beberapa hari setelah peristiwa itu, Luna merasa sangat lelah. Karena hampir beberapa hari ini Luna tidak bisa tidur nyenyak dan nafsu makannya berkurang. Hatinya masih terasa hampa, seolah kenangan manis itu masih membayanginya. Sesekali dadanya masih terasa sakit dan sesak ketika teringat kisahnya bersama Rakha. Luna berusaha mengikhlaskan semua, walau tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun perhatian dari orang-orang tersayang lah yang menjadi motivasinya. Alarm Luna berbunyi, tandanya ia harus bangun dan sholat subuh seperti biasanya. Karena hidup harus terus berjalan walau harus menerjang badai. Dalam doanya, Luna berharap diberi kekuatan untuk dapat melewati ujian ini, ia berharap hatinya kembali netral dan bisa meraih masa depan yang bahagia. Beberapa menit setelah selesai

