Malam itu Luna duduk dilantai dan bersandar pada dinding. Tatapannya tak terlepas dari Handphone-nya. Seolah ada hal yang membuat ia galau. Memang saat itu perasaan Luna sedang kacau, seolah ia bingung harus mempercayai siapa. “Kalau memang Widya dan Mas Barra hanya sebatas teman, aku yakin Widya tidak akan menghubungiku....” Luna termenung memikirkan hal ini. Tak lama kemudian Widya membalas pesan Luna melalui Direct message i********:. Widya : Ada hubungan apa antara kamu sama Mas Barra?” Widya bersikap seolah dia berhak tahu segala sesuatu tentang Barra. Dengan jantung yang terus berdebar tidak karuan, Luna berusaha membalas pesan itu. Luna : Tanyakan saja pada Mas Barra, jika kamu ingin mengetahui hubunganku dengan Mas Barra! Luna merasa sesak di d**a, ia tak tahan dengan teka-te

