Hanna sontak terkesiap, wajahnya memerah lebih dari sebelumnya. Ia bahkan mendongak, menatap Gerald dengan mata membola. Sementara Alvin, dengan wajah bersemu karena malu, buru-buru membungkuk rendah, seolah ia ingin menghilang ke dalam karpet setelah menerima pelototan gemas dari sang Majikan. Dan Gerald, ia yang awalnya tampak tersipu gara-gara ucapan Alvin tadi, kini berusaha keras untuk mempertahankan wibawanya. "Tinggalkan kami, Alvin," geramnya dengan gigi terkatup rapat. "Ba-ik, Duke." Alvin menegakkan tubuhnya yang sedikit gemetar, lalu memberi isyarat pada Doris agar mengajaknya ke sebuah ruangan di mana ia bisa menunggu Majikannya di sana. Doris melirik Hanna kala ia menerima isyarat dari Alvin, kemudian pergi bersama pria itu setelah melihat anggukan Hanna. Beberapa s

