"Di mana dia? Di mana Hanna?" dengan menyandarkan pinggangnya pada sandaran sofa dan kedua tangan yang bersidekap di d**a, William menatap Cecil yang kembali masuk ke dalam rumahnya dengan wajah penasaran. Sesaat, ia melirik ke belakang wanita itu, berharap kalau Hanna akan mengikuti Cecil untuk menemui dirinya. Namun, nihil. William sama sekali tidak melihat sosok adiknya yang cantik di belakang Cecil, jadi ia pun kembali menatap wanita itu dan menyipitkan matanya ketika ia menyaksikan raut wajah Cecil yang tampak lesu. "Apakah dia tidak ingin berbicara denganmu?" tebaknya, tanpa melepaskan pandangannya dari wajah Cecil. Entah mengapa kini ia merasa curiga pada wanita itu meski sebelumnya ia sempat menganggap bahwa usulan Cecil beberapa saat yang lalu cukup masuk akal. Beberapa langkah

