"Hanna?" terkejut akan kedatangan sang adik yang langsung pergi begitu saja setelah berteriak padanya, William pun berusaha mengejar Hanna. Namun langkahnya tiba-tiba dihentikan oleh Cecil dengan menahan lengannya. Dengan wajah gusar, ia menoleh pada wanita itu. "Sekarang apa lagi yang kau inginkan? Segeralah ganti pakaianmu dan pergi dari sini!" hardiknya geram. Cecil mendecakkan lidahnya, "Ckk! Apa kau tidak melihat jika dia sedang salah paham dan sangat marah padamu?" sungutnya. "Jika kau yang pergi untuk menjelaskan padanya, percayalah! Aku yakin dia tidak akan pernah mau mendengarkan penjelasan darimu. Jadi ...." William menautkan kedua alisnya, "Jadi?" beonya sambil menatap Cecil dengan wajah dingin. Andai wanita itu seorang pria, mungkin ia telah memukul Cecil tepat di saat wani

