“Ahir-akhir ini kondisi Risa kayaknya bener-bener lagi nggak baik ya?” Tiwi menarik napasnya berat, menatap sahabat yang sedang dibicarakannya dari kejuahan. Mereka sedang berada di salah satu spot yang disukai mahasiswa untuk berkumpul selain kantin ketika Risa tiba-tiba pamit dan berkata bahwa ia harus pergi ke perpustakaan mencari beberapa buku. Dan di sanalah Tiwi juga Karlina, yang hanya bisa menatap sahabatnya itu dari jauh. “Hm, kacau. Risa bener-bener kacau akhir-akhir ini. Tapi baik aku atau kamu nggak ada yang berani tanya ada apa sebenernya, kan?” “Karena kita sama-sama tahu kurang-lebih apa yang mungkin lagi Risa hadapi.” Ucap Tiwi menanggapi, disertai tarikan napas yang kemudian terdengar dari keduanya. “Sulit. Pasti sulit. Aku udah bilang berkali-kali padahal kalau kemung

