“Pa? Kenapa nggak diangkat?” Suara Rafa memubuyarkan pikiran Divan yang sesaat melayang mencemaskan apa kira-kira yang hendak Risa katakan. Pasalnya, sejak Risa mengatakan bahwa dirinya menginginkan jeda waktu, mereka tidak lagi berhubungan. Bukan berarti putus hubungan sama sekali, hanya tidak menghubungi satu sama lain melalui telepon, karena Divan masih suka bertanya mengenai kabar Risa melalui pesan singkat di waktu-waktu tertentu. “Hm, ini mau Papa angkat kok.” Divan hanya takut, Divan takut kabar yang diterimanya dari Risa setelah beberapa waktu ini justru kabar yang paling tidak ingin ia dengar. Seperti Risa yang ingin memperpanjang waktu jedanya, atau bahkan mungkin menginginkan untuk benar-benar memutus hubungan di antara mereka. “Halo? Risa?” “Iya, Om. Ini Risa.” Menjadi pe

