16. Hati yang Gamang

2323 Kata

“Rafa, Farrel... Bisa kita bicara sebentar sebelum kalian masuk ke kamar kalian masing-masing?” Malam itu, setelah mendapat omelan dan makian dari Maya, Divan memutuskan untuk bicara dengan kedua putranya, lagi. Divan memang sudah berusaha melakukannya beberapa kali, tapi masih saja merasa selalu berakhir mengambang, mereka sudah meminta maaf dan memaafkan hanya saja... bagaimana menjelaskannya ya? Intinya semuanya seperti sia-sia, karena sampai sekarang nyatanya kehangatan di rumah itu seperti perlahan menghilang atau terkikis? Lagipula selain hal itu, memang ada hal lain yang perlu Divan pertanyakan pada putra bungsunya, kan? Mengenai kabar mengejutkan yang baru saja Divan dengar siang ini. “Papa tahu kalian mungkin udah bosen denger Papa minta maaf atas kejadian beberapa waktu lalu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN