17. Ini Menyakitkan

2121 Kata

“Kayaknya kita udah terlambat.” Suara Karlina terdengar lesu, dan Tiwi yang berada di sampingnya hanya mampu mengangguk setuju. “Dia udah terlanjur jatuh cinta.” Lanjut Karlina menghembuskan napas berat. Keduanya terdiam, seolah sibuk dengan pikiran masing-masing sebelum Tiwi kembali bersuara. “Arrgghhh... kenapa Risa harus jatuh cinta sama Om-Om sih? Kenapa nggak ada satupun cowok yang narik perhatiannya selama ini padahal banyak yang ngantri!” Karlina meringis, melirik Tiwi yang menunjukan sekali rasa frustrasinya. Tapi Karlina tidak bisa lebih setuju lagi dengan apa yang Tiwi katakan. Bagaimana bisa? Bagaimana bisa tidak ada satupun yang menarik perhatian Risa selama ini? Dan sekalinya gadis itu tertarik, justru pada pria yang jauh lebih tua darinya. “Mungkin tipe Risa memang lak-la

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN