HagiaSophia 98

1106 Kata

[HAGIA] . Zemheri Demir mengambil arah kanan ketika jalan di depan kami bercabang dua. Manuver itu dia lakukan secara tiba-tiba, karena sebelumnya kami berada di lajur kiri, dan membuatku terguncang di kabin belakang. "Sorry, Bos, penguntit kita merapat dari kiri dn mau potong jalan, terpaksa saya banting stir," katanya beralasan. Keningku berkerut melihat lingkungan sekitar. Pembatas jalanan di kiri dan kanan hanya pepohonan saja. Daerah sepi, tidak berpenduduk. Aku tidak menyukai keadaan ini. Berbeda dengan lintasan sebelumnya yang dipenuhi deretan pertokoan. Ramai juga padat. Tak berapa jauh kami berkendara, sebuah percabangan terlihat lagi dan Demir kembali mengambil arah yang menjauhi jalan utama. Jalan itu memutar ke kanan. Aspalnya tidak terlalu bagus, bergelombang dan berba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN