[SOPHIA] . Aku mendapati secarik kertas terlipat di selipkan melalui celah sempit di bawah pintu kamar. Sophia, Ayo sarapan! Aku menunggumu di restoran lantai atas. Reno Padahal dia bisa mengirimiku pesan melalui ponsel yang diberikannya padaku, atau langsung menelepon. Tapi oh, bertukar pesan dengan cara ini rasanya juga menyenangkan, seperti zaman dulu! Aku bergegas membasuh tubuh, membubuhkan bedak dan memoleskan pelembab pada bibirku yang kering. Kulitku selalu lebih sensitif di musim dingin. Kering dan pecah-pecah. Jika saja Hagia melihatnya, sudah pasti dia menyuruhku menggunakan serangkaian kosmetik yang dia gunakan. Dasar laki-laki pesolek! Dia bahkan punya tas kopor berukuran kecil yang berisi segala macam perawatan tubuh dan wajah. Aku benar-benar tak tau, kami adalah s

