[HAGIA] . Aku merutuki diriku sendiri. Begitu mudhnya terpengaruh omong kosong yang diucapkan Cheillomitha semalam. Bukan karena egoku tersakiti, bukan karena dia terus menggaungkan bahwa aku bodoh, tapi makna yang lebih jauh dan mendalam lagi dari dua kata tersebut. Aku penasaran. Ya, sangat penasaran. Kebodohan apa yang telah kulakukan hingga aku pantas mendapat julukan itu. Sepulangnya dari bar semalam, aku tidak bisa tidur juga tidak bisa melanjutkan pekerjaanku. Alhasil aku melanjutkan acara minum-minum yang sempat mendapat gangguan. Simpanan scotch di Yelove House masih cukup banyak, tidak akan habis bila aku meneguknya barang satu atau dua gelas saja. Ketika bangun pagi, kepalaku terasa berat. Pelayan menyuguhkan teh mint yang diberi madu dan tukang masak membuatkan aku sup ayam

