[HAGIA] . "Lho, Gi, kamu pulang kok nggak bilang-bilang? Mama kira masih lama di Istanbul." Aku mencium kedua pipi Mama yang menyambut kedatanganku. "Ada yang mesti aku urus di sini, Ma. Papa mana?" "Biasa tuh, lagi ngobrol di belakang sama tanaman-tanamannya!" "Panggilin dong, Ma, aku mau bicara sama Papa." "Ih, kamu nggak sopan banget! Bukannya nyamperin orang tua, malah nyuruh orang tua!" kata Mama sambil cemberut, sayangnya, aku sedang malas menggoda Mama. "Sorry, Ma, tapi aku mau bicara penting banget sama Papa. Sama Mama juga." "Apanya yang sama Mama?" "Ngomongnya." "Soal Sophia, ya? Kamu putus sama dia? Batal nikah?" Mama membombardir pertanyaan padaku. "Bukan, Ma, bukan soal aku, tapi soal Mario." "Apa, sih? Kok muka kamu serius gitu? Mama jadi ngeri lihatnya!" "Papa,

