“Ketua, saya telah mendapatkan informasinya,” Asisten Zhao berdiri sambil sedikit membungkuk di depan meja kerja Guan Xuan. Guan Xuan mendongak. “Siapa?” Dia bertanya dengan nada santai. “Adik Anda,” jawab asisten Zhao agak sedikit takut. Guan Xuan menghela napas lalu menggeleng kecil. Namun, sudah ia duga sebenarnya dikarenakan Henry Guan juga pernah melakukan hal ini padanya. “Kali ini apa alasannya?” “Dia ingin mendapatkan proyek itu untuk perusahaannya.” Sejenak Guan Xuan terdiam, lalu menghela napasnya. “Hm, biarkan saja.” Asisten Zhao menoleh pada atasannya. “Kenapa Ketua? Tuan Henry berulah lagi—” “Keluarlah, Zhao,” tandas Guan Xuan. Asisten Zhao membeku mendengar nada tegas dan dingin itu. Laki-laki itu tak berani lagi berucap dan segera menunduk lalu melangkah keluar dan m

