45. Itu dia

2035 Kata

“Sudah kubilang jangan bertindak ceroboh, Ayah. Kita akan kena masalah jika sampai paman tahu.” Edgar berbicara pada ayahnya, meski laki-laki itu acuh tak acuh saat mendengarkan. Edgar Guan segera mengunjungi ayahnya setelah selesai berbicara dengan pria itu. Mendapati ayahnya begitu tenang seolah tak melakukan kesalahan apa pun, membuat Edgar cukup kesal, tapi tak berani marah. “Meskipun hubunganku dengan Rose tidak begitu baik, tapi kita tetap keluarga. Maka berhentilah melakukan hal-hal yang percuma. Lihat apa yang Ayah lakukan di Kota A. Proyek itu jatuh pada orang lain.” “Sayang sekali, padahal perusahaan kita juga membutuhkan proyek itu,” kata Henry Guan. Edgar hampir menepuk dahinya. Ternyata percuma saja dia berbicara tadi. Ayahnya sama sekali acuh. “Mereka yang datang juga me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN