22. Kadang aku takut

1129 Kata

“Beraninya mereka!” Rose Guan membentak kala kepala pelayan memberitahunya sebuah berita. “Bawa dia padaku. Sebelum pertandingan peringkat, dia tidak boleh melawan siapa pun,” perintahnya pada kepala pelayan. Wajah Rose menampilkan ketidaksenangan yang teramat dalam. Kepala pelayan tidak berani mengangkat wajah, tetapi bisa merasakan aura mencekam dari Rose Guan. “Nona akan memintanya kemari?” dia bertanya dan bukannya menjalankan tugas. “Tidak masalah. Lagi pula ruangan ini dipenuhi buku. Cepat jalankan perintahku sebelum mereka melewati batas.” “Baik, Nona. Tapi, tapi, kenapa Anda tidak membiarkannya bertarung?” Sekali lagi kepala pelayan bertanya. “Hua Lei, sejak kapan kau menjadi banyak tanya? Dahulu kau hanya mematuhi perintahku tanpa bertanya apa pun. Ada apa denganmu?” Rose memi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN