Darren Wei meletakkan makan siangnya di atas meja kayu berwarna cokelat gelap. Lantas duduk berhadapan dengan Jarvis. Mereka hanya duduk berdua, sedangkan Vernon Cheng duduk jauh dari mereka dan lelaki itu sendirian. Sesekali Darren melirik karena dirasanya Vernon juga melirik ke arahnya. “Jangan terlalu dipikirkan, pengawal Wei. Kak Cheng sebenarnya baik, mungkin dia belum bisa menerima posisinya yang tiba-tiba digantikan,” ujar Jarvis seraya menghela napas. Darren Wei mengambil sumpit lalu memasukkan nasi ke dalam mulutnya sambil tadi mendengarkan Jarvis. Ia tidak bisa menilai seseorang itu baik atau buruk karena belum terlalu paham akan Vernon Cheng. Setelah menelan nasi dan lauk yang barusan dikunyah, Darren menanggapi. “Entahlah. Dia tidak suka padaku. Kau tenang saja karena aku p

