Jeron Yang memberikan satu kaleng soda pada Vernon Cheng dan diterima dengan baik oleh laki-laki itu. “Terima kasih, Kak Yang.” Jeron mengangguk lalu duduk di meja kantin—tepat di hadapan Vernon Cheng. Sejenak diamatinya ekspresi Vernon yang sama sekali tak kecewa meski posisinya sudah a direbut darinya. Tangannya membuka penutup kecil kaleng soda lalu segera menenggak soda tersebut. Melihat Jeron Yang sudah menenggak minumannya, Vernon Cheng mulai berani meminum soda miliknya. “Vernon apa kau punya rencana lain?” tanya Jeron langsung pada pokok pembahasan. Seperti yang diketahuinya Vernon bukanlah pria yang akan diam saja jika apa yang menjadi miliknya direbut. Namun, kali ini Jeron Yang tidak mendengar satu keluhan pun dari pria itu. Laki-laki itu menggeleng sambil tersenyum canggun

