Darren Wei menghentikan langkah saat suara tak asing itu melewati telinganya. Ia pun bertanya dalam hati, mengapa pria itu selalu ada di mana-mana? Mungkin saja dunia ini terlalu sempit, sehingga selalu bertemu. “Tuan Xiang?” “Tuan Wei, saat mendengarmu menawar, aku tidak sangka atasanmu sekaya itu,” kata Xavier Xiang dengan nada bercanda. Laki-laki itu keluar dari sebuah koridor lalu menghentikan langkah tak jauh dari Darren Wei. Kali ini Xavier Xiang bukan memakai seragam pelayan lagi, melainkan mengenakan kemeja hitam mirip dengan seorang berdompet tebal. Darren tak menyahut, malah merogoh ponsel yang sejak tadi bergetar dan hanya pernah berhenti beberapa detik dan setelah itu kembali bergetar. Darren mendapati Seth Liu menghubunginya dan nampaknya sangat penting. “Sepertinya aku

