“Jadi, bagaimana?” tanya Rose Guan yang sudah duduk di mobil. Darren Wei melajukan mobil seraya menyeringai, sedangkan matanya melirik pada Rose melalui kaca spion dengan. “Dia membuat dirinya menderita,” jawab Darren Wei yang membuat Rose mengerutkan kening. Kemudian Darren melanjutkan ucapannya, “dia membuat jalan sendiri di sela-sela batang mawar dan menutupinya lagi. Aku rasa duri mawar pasti meninggalkan bekas pada kulitnya.” “Wah,” Rose hampir bertepuk tangan, “dan apakah kau melewatinya sampai kau tahu?” Darren menunjukkan bekas luka baret yang disebabkan oleh duri mawar. “Tidak perlu melewatinya. Jejak sepatunya sudah menjelaskan segalanya.” Pada saat Darren menelusuri jalan menuju paviliun, ia mengamati dengan teliti, bahkan ke sela-sela mawar yang berduri besa

