Rose Guan menjentikkan jari kala Darren menggendongnya menjauhi paviliun kolam lotus. Seseorang segera muncul dari kegelapan, melangkah perlahan menuju ke tempat yang mana Rose tadi duduk. Pria itu membungkuk lalu mengambil sebuah ponsel di sebelah batu di tepi kolam itu. Diusapnya ponsel tersebut karena terdapat debu bekas injakan sebuah sepatu. Sementara itu Darren Wei tiba-tiba menghentikan langkahnya dan melirik ke belakang. Instingnya mengatakan ada yang sedang memperhatikannya. Dalam penglihatan Darren tidak ada siapa pun di paviliun ataupun di tepi kola. “Apa hanya perasaanku saja?” Tiba-tiba Rose memiringkan kepalanya ke kanan—tepat di depan wajah Darren Wei. Darren agak terkejut lalu segera memalingkan muka dan menatap lurus ke depan. “Kau melihat sesuatu?” tanya Rose. “Tid

