Kala itu semua orang waspada dan mengantisipasi para pria berbusana hitam, sedangkan Darren Wei berpikir bahwa mereka adalah komplotan berbadan kekar. Para pria itu segera menyerang komplotan orang berbadan kekar dengan gerakan yang sangat cepat, sehingga terjadi perkelahian satu lawan satu. Namun, tak ada seorang pun yang menyerang Darren Wei seolah-olah ia hanyalah penonton. Bahkan, lelaki paling kekar itu pun sibuk melawan pria berbusana hitam. Gerakan mereka sama-sama gesit juga keahlian yang sebanding. Darren belum bisa menebak siapa yang akan menjadi pemenangnya. Tiba-tiba ponselnya berdering dengan nada panggilan khusus. Khusus diatur untuk nomor Rose Guan. Darren Wei terperanjat lalu buru-buru merogoh ponsel sambil menjauhi para pria yang masih bertarung. “Darren Wei! Aku menung

