Suatu pagi di Kota B, Esme Song dan kakaknya sedang sarapan di meja makan berbentuk persegi panjang. Wajah Esme terlihat cerah karena hari ini Hugo bisa menemaninya sarapan. Laki-laki itu biasanya akan pergi ke kantor pagi-pagi sekali. Bahkan, kadang sebelum Esme Song bangun. "Tumben sekali Kakak meluangkan waktu," ujar Esme dengan nada senang. Hugo Song menoleh pada Esme seraya tersenyum. "Aku mengatur ulang jadwalku. Aku akan lebih sering menemanimu, sarapan, makan malam dan melakukan kegiatan yang kau suka. Memang sudah semestinya aku melakukan itu, adikku tersayang." Esme terdiam seraya menatap kakaknya, merasa tersentuh akan beberapa kata dari Hugo. Namun, ada satu hal yang terbesit dalam benak Esme dan itu pun tiba-tiba menghancurkan suasana hatinya. Hugo memberikan isyarat pada

