Bab 22

958 Kata

Aroma antiseptik yang tajam memenuhi koridor rumah sakit swasta yang sepi itu. Di balik dinding kaca ruang perawatan intensif, Lucas tampak tertidur dengan berbagai selang medis yang menempel pada tubuh kecilnya. Yara berdiri mematung di depan kaca tersebut, jemarinya menyentuh permukaan dingin transparan itu seolah ingin meraih tangan putranya. Di belakangnya, Steven berdiri tegak. Setelan jasnya yang rapi kini tampak kusut, mencerminkan kekacauan pikiran yang sedang melandanya. Matanya yang tajam tidak beralih dari punggung Yara, menatap wanita itu dengan bauran antara kerinduan, kemarahan, dan keraguan yang menyiksa. “Yara,” suara Steven terdengar berat, memecah kesunyian lorong. “Lihat aku.” Yara tetap bergeming, matanya terpaku pada monitor detak jantung Lucas yang berbunyi t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN