Gerbang besi dibuka dengan suara yang khas. Sebuah bangunan yang tak seorang pun ingin mendekam di dalamnya, entah sejak kapan menjadi tempat yang cukup menyenangkan bagi seseorang. Dia ... Maharani. Kali ini tak tahu siapa yang datang berkunjung, tetapi rasanya tak mungkin bila itu Aylin atau sang papa. Oh, masihkah boleh Maharani menganggap Baja sebagai papanya? Sepertinya kurang ajar, ya? Lalu apa? Om Baja? Miris. Maharani tak pernah henti digelayuti sesal. Hari ke hari, bulan demi bulan. Kini sudah mau satu tahun dirinya di lapas. Masih ada tiga tahun lagi. Rani oh Rani .... Bukannya empat tahun itu bisa mendapatkan gelar sarjana, dia malah mendapat gelar narapidana. Mengerikan, memalukan. Ah, tetapi malu sama siapa? Rani tidak punya keluarga, kok. Dia tak punya siapa pun lagi

