Senin, hari yang ditentukan untuk kelahiran buah hati Aylin dan Baja tiba. Ada tiga mobil yang mengantar, padahal Aylin sudah bilang agar hanya dirinya dengan om suami saja yang ke rumah sakit. Tapi mereka kekeh mau ikut. Tahu, kan, siapa mereka ini? Siapa lagi kalau bukan papi-mami Aylin, mertua, dan disertakan juga pengawal yang entah apa fungsinya. Aylin ini mau melahirkan, bukan mau perang. Kenapa mesti dikawal, sih? Papi, tuh! Aneh. Ya, walaupun mereka hanya mangkal sampai depan pintu rumah sakitnya saja. Ini Aylin berasa jadi orang penting. Lupa dia tentang siapa dirinya. Tapi tetap saja, bukankah sangat berlebihan? Sudahlah itu 'berlebihan' ditambah 'sangat' pula. Papi Jaya, nih, senang betul bikin Aylin jadi pusat perhatian. Kata papi waktu masih di rumah. "Bayimu itu tig

