"Aku kayak badut, ya?" "Ngaco." Baja langsung ngegas. Tatapannya juga langsung tajam. Tapi saat Aylin menoleh, sorot mata Baja kembali melembut. "Cantik gini, kok, dimiripin sama badut? Mas nggak terima." Apalagi Aylin sedang mengandung para buah hatinya. Bagaimana bisa Aylin mengatai diri sendiri seperti itu? Wajar kalau Baja auto sewot, kan? Yeah ... pagi itu cahaya matahari menerobos ke dalam kamar utama kediaman Baja, menembus tirai tipis berwarna krem yang bergerak pelan tertiup angin, dan ada Aylin berdiri di depan cermin dengan agak tersinari cahaya mentari. Di mata Baja sosok Aylin seperti malaikat—oh, lebih tepatnya bidadari—sampai-sampai Baja terpesona tersenyum-senyum memandanginya. Eh, Aylin malah bilang 'aku kayak badut'. "Mas nggak terimanya berlebihan! Kayak yang udah

