Extra Part 2: Ada yang Terlambat

1762 Kata

"Aku nggak pa-pa, kok." "Kalau nggak pa-pa, terus kenapa sampai meringis?" "Cuma meringis, emang langsung jadi tanda nggak baik-baik aja?" "Meringis itu karena sakit, Aylin. Rata-rata." "Nggak, Mas. Aku kebelet pipis juga meringis." Mereka debat apa sebenarnya? Tentu saja, ini karena kekhawatiran Baja yang tiap tambah usia kandungan Aylin, sudah pasti meningkat pula derajat cemasnya. "Tapi sekarang kamu nggak lagi kebelet pipis, kan?" "Aku pengin kentut." Astagfirullah! Baja justru lega kalau memang begitu. Tenang. Kalau sudah jadi suami-istri, bicara soal kentut sudah bukan hal tabu atau memalukan lagi. Meski memang terkesan jorok, kan? "Mau ke mana?" sergah Baja, mendapati Aylin beranjak dari ranjang. "Kamar mandi. Kenapa? Mau ikut?" "Ayo." "Eh, nggak usah!" "Mas cuma a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN