Rumah sepi. Orang-orang yang mengantar pindahan sudah pergi, sisa Aylin dan Baja sebagai penghuni rumah itu. Paling si mbok yang kini sibuk berbenah. Aylin beranjak ke kamar. Baja mengekor. "Kamu masih marah?" Aylin lanjut merapikan produk kecantikan yang sempat terjeda. "Kalau masih pun nggak bakal dengan serta-merta Mas ceritain soal mamanya Rani, kan?" "Lagi pula Mas heran kenapa kamu seingin tahu itu, padahal sama sekali nggak ada kaitannya sama kita." Kalau dipikir dengan nalar, sih, iya. Tidak ada korelasinya dengan Aylin maupun Baja. Ini murni hanya karena ingin tahu dan gemas sebab suami memilih tidak memberi tahu. "Ya udah." Aylin selesaikan kegiatannya. Baja dekati. Meraih dagu sang istri. Kini bersitatap. "Ya udah, tapi marah?" "Nggak." "Tapi singkat-singkat?" balas B

