Prang..... Bunyi pecahan vas bunga yang di lemparkan Serafina ke lantai. Dadanya seperti terasa terbakar oleh api cemburu kepada adik kembarannya. Menarik napas dengan kasar dan dihembuskan juga secara kasar berulang-ulang. "Dasar menyebalkan apakah harus mereka semua yang pergi? Tak bisakah seorang saja? Benar-benar..." rutuk Serafina emosi. Serafina berjalan naik ke atas kamarnya sambil menghentak-hentakan kakinya kesal. Brak... Bunyi pintu kamar Serafina yang di tutup keras. Serafina membanting pintu kamarnya dengan tak berperasaan. Mina, si pembantu double kaget. "Hem tadi banting vas bunga sekarang pintu, lalu apa lagi habis ini?Banting saja dirinya." Cibir Mina pedas. Mina dan pembantu lainnya kurang menyukai sifat dari anak majikan mereka, Serafina. Serafina selalu bermuka

