Worth Wait

1455 Kata

" Sam... Kamu kenapa?" tanya Sofia yang mendengar Sam memarahi Hans dan Galih melalui panggilan video dengan kasar dari ruang kerjanya. " Nggak apa- apa. Sayang, tolong tinggalin aku sendiri. Aku lagi banyak kerjaan." ucap Sam sambil menatap layar laptopnya. " Apa ada yang bisa aku bantu?" tanya Sofia lagi. " Nggak ada, Sof. Cukup tinggalin aku aja dulu. Aku benar- benar pusing dan aku nggak mau kamu kena dampaknya." jawab Sam lagi. " Maaf... Aku cuma kaget aja dengar kamu marah- marah kayak gitu. Aku nggak bermaksud mau ganggu. Aku... Ke kamar aja." ucap Sofia kecewa dan membalikkan wajahnya dengan bibir yang bergetar. Sam terdengar tidak bersahabat dan itu menyakiti hatinya. Sam melirik Sofia yang melangkah menjauhinya dan menghembuskan nafas dengan kasar. Ia tidak bermaksud kasar p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN