" Siang nanti aku jemput kamu. Kita pulang ke apartemen aku. Pagi ini aku agak sibuk dan ada pertemuan penting. Jadi aku harus buru- buru." ucap Sam sambil mencoba memasang dasi miliknya. " Iya." jawab Sofia singkat sambil duduk di sofa tempat ia biasa duduk dan menatap ke taman di luar jendela. " Kamu jangan lupa sarapan." ucap Sam lagi. " Iya." Sam menaikkan satu alisnya mendengar jawaban singkat Sofia yang bahkan terdengar malas untuk menjawabnya. " Sofia... Sepertinya akhir- akhir ini kamu mulai nggak takut lagi sama aku. Kenapa? Apa kamu mulai terbiasa?" sindir Sam. Sofia lalu menyandarkan kepalanya ke sandaran sofa masih dengan tatapan ke arah taman yang terlihat sangat indah. " Kenapa saya harus takut sama suami sendiri? Lagipula, saya tahu kamu tidak akan membunuh saya denga

