Ronde 25 : Mempelai yang tak dikehendaki (1)

2965 Kata

“Apa!? Kau berhasil menidurinya?” Seru Alam kepada temannya yang lebih kecil dari tubuhnya. “Tentu saja, bahkan aku berhasil merenggut keperawanannya! Hahahaha!” Ujar Panji disertai kekehan bangga. "Keperawananku, bohong! Panji tak pernah memasukan kontolnya di ronggaku! Aku masih perawan!" Teriakan Melanie menggema diantara bayang semu kejadian itu. Melanie hanya bernafsu kala itu, tetapi ia tak pernah memberikan keperawanannya untuk pria sekelas Panji. “Tidak mungkin! Kau pasti berbohong!” Seru Alam yang menatap Panji dengan tatapan sinisnya. “Kalau kau tak percaya!” Ucap Panji sembari menarik sebuah celana miliknya. Celana itu memiliki bau anyir, seakan belum dicuci setelah memakainya. “Itu celanaku setelah aku menyetubuhi si p*****r Blesteran itu!” Alam menatap celana yang cuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN