Ronde 23 : Redwyne (6)

3011 Kata

“Dimana Arjen?” Tanya Melanie dalam isakan ringan. “Ia tak selamat, Lanie. Lukanya terlalu dalam. Tapi syukurlah, engkau tak apa, putriku.” Ujar sang ayah menenangkan putrinya. Sang ayah membelai lembut rambut putrinya yang didera kesedihan mendalam. “Ta-tapi, aku membunuhnya. Ia,,, ia,,,” Melanie tak sanggup melanjutkan perkataannya. “Sudahlah, nduk! Yang penting engkau selamat!” Sang ibu menimpali. Air mata ibunda juga tumpah mengikuti isakan tangis Melanie yang murung. Tangisnya masih terisak ketika beberapa orang memasuki kamarnya di Gezondheim. Salah satunya adalah Prof. Herringard yang ikut berduka dengan kejadian murung ini. Namun bukan saatnya Herringard berbicara dengan Melanie. Sang ayah melangkah mendekati profesor muda itu. Lalu menanyakan apa yang terjadi terhadap Arjen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN