“Temanku.” Apa yang hatiku katakan dengan mulutku sangat berbeda jauh. Aku bahkan tak berani mengatakan perasaanku yang sebenarnya sampai sekarang. Bahkan seringkali membuatnya mencariku hingga ia menangis karenaku. “Ya, mungkin Prima akan mengincar orang-orang terdekat denganku. Dan Neng Iis pastinya merupakan sasaran empuk untuk diincar, mengingat temanku yang lain hanya ada Adrian yang merupakan anggota keluarga Surya Atmadja. Prima tak akan berani untuk menyentuhnya.” Aku menambahkan penjelasanku yang membuat Pak Surya mengerti. Setidaknya, kalaupun aku harus melibatkan perasaan dalam hubungan ini. Aku tak ingin orangtua ikut campur terlebih dahulu. Karena … perjalanan kami masih panjang untuk sampai ke tahap itu. “Baiklah, kalau begitu … teteh di sini saja terlebih dahulu. Nanti ka

