Kuakui mungkin aku masih jauh dari kata sempurna. Tapi aku selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi orang di sekitarku, apalagi dia yang sudah kuanggap sebagai teman terdekatku. Aku terlalu naif untuk mengharap balasan yang sama darinya. Satu yang tak akan kumaafkan. Pengkhianatan! * “Jika sudah selesai, makan dulu singkong yang kurebus dan juga ramuan akar ginseng itu, Jang!” “Terima kasih, Ki.” Satu bulan telah berlalu, pada saat itu aku masih ingat bagaimana mereka melemparku dalam jurang yang curam. Beruntungnya, jurang itu tak terlalu dalam dan banyak tanaman merambat yang menggulung di tempat aku mendarat. Sempat aku tidak mengingat apapun setelah itu. Hujan yang mengguyur, petir menggelegar, bekas luka yang semakin terasa sakit dan perih, semuanya membuat aku hanyut

