Bagian 57. Akhir?

1039 Kata

“Sedang apa kau ada di sini?” tanyaku padanya. Sungguh sial, untuk apa aku melarikan diri jika malah bertemu dengan Prima di ujung jalan pelarianku. “Aku …? Ingin menuntut balas!” Prima berdiri sambil melipat tangan di depan dadanya padaku. Dia ini menggertak atau apa, jika harus berkelahi sekarang, aku siap meladeninya. Walau sebenarnya, kepalaku masih terasa sakit karena pukulan tadi. Dan benar saja, tiga orang yang bersembunyi di balik semak-semak pun keluar, mereka adalah para pria dengan wajah tertutup seperti orang yang kulihat saat di apartemen. Jadi benar, orang yang memasang bom asap dan mensabotase apartemen adalah akal-akalan dari Prima. Seketika aku langsung ingat pada Rena yang kutinggalkan sendirian di sana. “Kamu tau! Tempat ini sulit ditemukan oleh orang lain. Jadi jik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN