Telingaku berdengung. “Kurang ajar!” Aku berbalik dan langsung mengayunkan tinjuku pada orang tersebut. “Aw! Tuan Muda Anda tidak apa-apa?” Begitu sulit aku mengendalikan posisiku. Namun kini yang kulihat di depanku adalah seorang wanita. Apa aku baru saja salah memukul orang? “Tuan Muda kita harus kabur dari sini,” ucap suara itu lagi. Aku belum bisa menetralkan penglihatanku. Namun untuk suara mulai bisa terdengar jelas meski dengungan itu masih tersisa sedikit. Tampak samar wajah seorang wanita membawaku ke dalam kamar, lalu di sebelah sana pria dengan penutup wajah mencoba menyerang wanita itu. Bag bug brak! Tidak bisa kusaksikan dengan jelas, namun sepertinya wanita itu tengah bertarung seraya menggiringku ke dalam kamar. “Tuan muda, ini aku, Rena.” Setelah kami berdua benar-b

